Berbuat dosa ?? bertobatlah
Hadits:
”Allah tums with mercy to him who tums to Him repentance..”
“Allah menerima tobat orang yang bertobat (kepada-Nya)”
Allah akan mengampuni siapa saja yang berbuat dosa kemudian bertobat kepada-Nya. Rasulullah pernah bercerita tentang seorang penjahat yang telah membunuh 99 orang. Kemudian, ia benar-benar menyesali perbuatan dosanya itu dan bertobat dengan sungguh-sungguh. Allah pun menerima tobatnya dan mengampuni dosa-dosanya yang menggunung itu.
Tobat tidak sekedar memohon ampunan Allah atas dosa-dosa kita, tapi kita harus benar-benar meninggalkan perbuatan dosa tersebut dan kembali kejalan-Nya, itulah yang disebut dengan tobat nasuha. Bukan tobat yang kita istilahkan tobat sambel, yaitu mengatakan kapok makan sambel karena membuat perut sakit, tapi dalam kenyataannya makan sambel lagi, makan sambel lagi.
Tobat lebih tinggi kedudukannya dari istighfar. Sebab, dalam bertobat seseorang terikat untuk melaksanakan syarat-syarat pertobatan. Jika ia tidak menjalankan persyaratannya itu, maka tobatnya dikhawatirkan tidak akan diterima Allah. Para ulama mengatakan ada tiga syarat agar tobat kita diterima Allah: (1) meninggalkan perbuatan dosa tersebut. (2) benar-benar menyesalinya, dan (3) bertekad tidak akan mengulangiya lagi. Ketiga syarat ini berlaku bagi dosa yg kita lakukan karena melanggar perintah Allah.
Adapun bagi dosa yang berkenan pelanggaran terhadap hak-hak asasi manusia, seperti memfitnah atau menipu seseorang, atau mencuri barang orang lain. Allah akan mengampuni dosa dan menerima tobat kita setelah kita meminta dihalalkan (dimaafkan) oleh orang yang kita sakiti itu dan mengembalikan barang yang pernah kita ambil. Makanya, jagalah ucapan dan perbuatan kita jangan sampai menyakiti atau merugikan orang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar