Waktu SD sih perasaan ga pernah suka ama seseorang deh ,hihihi *ganormal.
tapi kenapa pas di SMP sering bgt kena VMJ #virusmerahjambu.
rasanya kena VMJ tuh udh ga aneh lagi dimata anak SMP, apalagi yang udh pernah pacaran , pas pacaran seneng-seneng pas putus nangis ,sakit hati, dll. trus ujung-ujungnya mah jadi benci ama sang MANTAN ,hahaha. padahal seharusnya jangan ampe benci ama sang MANTAN ,karena MANTAN kan udah pernah ngisi kekosongan kalian ,dan sang MANTAN udah pernah bikin kalian seneng waktu kalian pacaran mereka. emang sih rasa benci itu wajar aja ada, tapi jangan sampe berlebihan.
and for example, kisah cinta ane di SMP ,ane suka ama temen satu angkatan ane "angkatan 5". awalnya kita cuma HTS ,lama-lama jdi pacaran hohoho.
kalo kita di sekolah pasti padiem-diem ,tpi klo udah di sms ,beuuhh ,hahaha.
klo di sekolah sih paling nyapa-nyapa aja ,tpi klo di sms mah beda bgt ,KEREN :D
begitulah kehidupan remaja ,apalagi klo udh kena VMJ ,beuh suasana hatinya susah ditebak ,banyak bgt yang curhat ama ane tentang sang PACAR ,ada yang marah-marah ,ada yang seneng-seneng.
syifa faisal
Jumat, 03 Juni 2011
Sabtu, 23 Oktober 2010
.. One day before the incident happend ..
One day before the incident happened ..
Sejak dulu memang kita tak pernah bicara serius, ngobrol denganmu jg ku jarang. Tapi one day before the incident happened kau mengajaku bicara yang bisa dibilang lumayan serius. Awalnya aku biasa saja aku berfikir ‘kau mulai berubah, karena kau mulai mengajaku bicara serius’ aku senang akan hal ini. Mungkin sangat senang, Karena aku MENCINTAIMU. Aku pernah bercerita kepada sahabat-sahabat terdekatku, tentang apa yang aku rasakan padamu. Meraka bertanggapan baik, karena mereka setuju jikalau aku menyukaimu, karena diantara kau dan aku sudah banyak persamaan. Tapi aku menyukainya karena hal yang menurutku aneh. Aku suka karena aku pernah berbicara bahwa aku tak akan pernah menyukainya. Tak lama dari itu, aku mulai menyukainya, tapi aku tak pernah memberitahu kepada siapapun tentang hal ini, sampai akhirnya waktu menyuruhku untuk mengungkapkan isi hatiku kepada sahabat-sabahatku.
Kau memang tak pintar, tak tampan. Tapi aku menyukaimu karena hatiku sudah berbicara bahwa aku suka padamu. Aku pernah ragu akan rasa ini. Kau sudah beberapa kali membuat ku sakit hati. Tapi entah kenapa rasa ini tak pernah hilang dariku. Sebelum kau seperti ini, kau telah membuatku banyak tertawa dan tersenyum, kau sering kali membuatku bahagia karena ulahmu. Aku pernah berfikir bahwa cintaku ini tak bertepuk sebelah tangan. Kau tau ? aku sering memikirkan mu. Aku tau kau sering memperhatikanku disaat aku terluka. Temanku melihat, kau sering kepergok lagi memperhatikanku. Hati ku tersenyum saat aku mendengar teman ku berkata begitu. Hatiku seperti melayang bagaikan kapas yang sedang melayang di atas langit. Terbang kemana pun yang aku mau. Kau juga sering bertanya kepadaku tentang pelajaran. Aku senang sekali, aku bagaikan pahlawan super yang menolongmu.
Tapi semua harapan, tawa, serta senangku, telah terhapus begitu saja, semua kandas, semua hilang, hilang secepat waktu yang tak pernah kuduga. Aku fikir ini akan berlanjut bahagia, tapi ternyata ini semua berakhir luka. Hatiku hancur berkeping keping, kau tak merasakan hal itu, kau bisa bersenang di atas penderitaanku ini. Kali ini kau benar-benar menjauh dariku, aku pun begitu, semakin jauh dan semakin jauh. Kali ini kau tak pernah lagi bertanya pada ku . Kau seperti menganggapku tak ada, aku seperti angin lalu yang ada di hidupmu. Rasanya aku tak sanggup lagi. Aku ingin semua kembali seperti semula. Aku tak pernah menunjukan rasa sakitku ini kepada teman-temanku, aku selalu berkata “buat apa tangisin dia, ga penting”. Tapi sesungguhnya hatiku benar benar sakit. Aku selalu berpaling darimu. Aku selalu membanggakan adik kelas ku yang memang pantas dibanggakan. Aku tak ingin teman-temanku mengetahui hal ini. Aku tak ingin mereka menjadi sedih. Tapi sungguh aku tak sanggup lagi dan aku tak kuat. Aku ingin hilang dari kehidupanmu, dan aku ingin kau pergi dari hidupku. Aku tak tau apa jadinya nanti. Aku sungguh sakit, sakit sekali. Kau bisa tertawa, tapi aku tidak. Aku membencimu, tapi aku cinta.
Satu hari sebelum peristiwa itu terjadi kau membuatku bahagia. Tapi keesokan harinya kau membuat ku hancur, sakit. Sungguh aku tak mengerti apa maumu. Aku ingin kau tau aku sakit, sebelumnya selalu saja ada halangan agar aku tak bisa melihatmu. Saat aku bisa, mengapa sangat cepat sekali. Aku ingin berlama-lama bisa melihatmu. Sudah banyak tetesan air mata ini untukmu. Jika aku melihatmu, rasanya dunia ini akan hancur sebentar lagi.
Aku harap kau cepat kembali ..
Kau telah menjadi miliknya. Memang aku tak pernah berharap memilikimu. Tapi hati ini sangat hancur. Kau mengacuhkanku kali ini. Aku yakin dihatimu masih ada rasa untukku. Tapi itu semua percuma, kau sudah menjadi miliknya. Aku tak bisa berbicara apa-apa. Ini semua kehendakmu.
Aku hanya ingin kau tau, AKU MENYUKAIMU, dan KAU SAKITI HATI INI.
The end ..
Syifa Sukmahayati Faisal
Ordinary People ..
Sejak dulu memang kita tak pernah bicara serius, ngobrol denganmu jg ku jarang. Tapi one day before the incident happened kau mengajaku bicara yang bisa dibilang lumayan serius. Awalnya aku biasa saja aku berfikir ‘kau mulai berubah, karena kau mulai mengajaku bicara serius’ aku senang akan hal ini. Mungkin sangat senang, Karena aku MENCINTAIMU. Aku pernah bercerita kepada sahabat-sahabat terdekatku, tentang apa yang aku rasakan padamu. Meraka bertanggapan baik, karena mereka setuju jikalau aku menyukaimu, karena diantara kau dan aku sudah banyak persamaan. Tapi aku menyukainya karena hal yang menurutku aneh. Aku suka karena aku pernah berbicara bahwa aku tak akan pernah menyukainya. Tak lama dari itu, aku mulai menyukainya, tapi aku tak pernah memberitahu kepada siapapun tentang hal ini, sampai akhirnya waktu menyuruhku untuk mengungkapkan isi hatiku kepada sahabat-sabahatku.
Kau memang tak pintar, tak tampan. Tapi aku menyukaimu karena hatiku sudah berbicara bahwa aku suka padamu. Aku pernah ragu akan rasa ini. Kau sudah beberapa kali membuat ku sakit hati. Tapi entah kenapa rasa ini tak pernah hilang dariku. Sebelum kau seperti ini, kau telah membuatku banyak tertawa dan tersenyum, kau sering kali membuatku bahagia karena ulahmu. Aku pernah berfikir bahwa cintaku ini tak bertepuk sebelah tangan. Kau tau ? aku sering memikirkan mu. Aku tau kau sering memperhatikanku disaat aku terluka. Temanku melihat, kau sering kepergok lagi memperhatikanku. Hati ku tersenyum saat aku mendengar teman ku berkata begitu. Hatiku seperti melayang bagaikan kapas yang sedang melayang di atas langit. Terbang kemana pun yang aku mau. Kau juga sering bertanya kepadaku tentang pelajaran. Aku senang sekali, aku bagaikan pahlawan super yang menolongmu.
Tapi semua harapan, tawa, serta senangku, telah terhapus begitu saja, semua kandas, semua hilang, hilang secepat waktu yang tak pernah kuduga. Aku fikir ini akan berlanjut bahagia, tapi ternyata ini semua berakhir luka. Hatiku hancur berkeping keping, kau tak merasakan hal itu, kau bisa bersenang di atas penderitaanku ini. Kali ini kau benar-benar menjauh dariku, aku pun begitu, semakin jauh dan semakin jauh. Kali ini kau tak pernah lagi bertanya pada ku . Kau seperti menganggapku tak ada, aku seperti angin lalu yang ada di hidupmu. Rasanya aku tak sanggup lagi. Aku ingin semua kembali seperti semula. Aku tak pernah menunjukan rasa sakitku ini kepada teman-temanku, aku selalu berkata “buat apa tangisin dia, ga penting”. Tapi sesungguhnya hatiku benar benar sakit. Aku selalu berpaling darimu. Aku selalu membanggakan adik kelas ku yang memang pantas dibanggakan. Aku tak ingin teman-temanku mengetahui hal ini. Aku tak ingin mereka menjadi sedih. Tapi sungguh aku tak sanggup lagi dan aku tak kuat. Aku ingin hilang dari kehidupanmu, dan aku ingin kau pergi dari hidupku. Aku tak tau apa jadinya nanti. Aku sungguh sakit, sakit sekali. Kau bisa tertawa, tapi aku tidak. Aku membencimu, tapi aku cinta.
Satu hari sebelum peristiwa itu terjadi kau membuatku bahagia. Tapi keesokan harinya kau membuat ku hancur, sakit. Sungguh aku tak mengerti apa maumu. Aku ingin kau tau aku sakit, sebelumnya selalu saja ada halangan agar aku tak bisa melihatmu. Saat aku bisa, mengapa sangat cepat sekali. Aku ingin berlama-lama bisa melihatmu. Sudah banyak tetesan air mata ini untukmu. Jika aku melihatmu, rasanya dunia ini akan hancur sebentar lagi.
Aku harap kau cepat kembali ..
Kau telah menjadi miliknya. Memang aku tak pernah berharap memilikimu. Tapi hati ini sangat hancur. Kau mengacuhkanku kali ini. Aku yakin dihatimu masih ada rasa untukku. Tapi itu semua percuma, kau sudah menjadi miliknya. Aku tak bisa berbicara apa-apa. Ini semua kehendakmu.
Aku hanya ingin kau tau, AKU MENYUKAIMU, dan KAU SAKITI HATI INI.
The end ..
Syifa Sukmahayati Faisal
Ordinary People ..
.. Aku yang kau lupakan, wahai sahabat ..
..Aku yang kau lupakan, wahai sahabatku..
Pagi hari ini begitu kelam, hatiku tak enak, rasanya seperti aka nada sesuatu yang tak diinginkan pada hari ini. Aku merasa, lemas, tak ingin melakukan aktifitas apapun. Badanku lesu, otakku tak karuan. Tapi pagi ini aku harus tetap pergi ke sekolah seperti biasa. Untungnya aku pergi diantar mama, kalau aku harus jalan, aku akan semakin malas deh.
Aku jalan menyusuri koridor menuju kelasku. Dengan wajah yang ku tundukkan. Tiba-tiba aku menabrak seseorang, aku tak tau siapa itu. Saat aku menatapnya, dia adalah Romy. Dia sahabatku, kami berteman semenjak masuk SMP ini. Dia baik, perhatian, pintar pula. Aku senang bersahabat dengannya. Tapi bukan untuk membuatnya menjadi contekkanku saat ulangan, aku selalu bisa jika ulangan, dan hasilku memuaskan, walaupun lebih kecil dari nilai Romy. Kami selalu bersama, kami seperti kakak adik. Kami sangat dekat, kami seperti amplop dan prangko yang susah untuk dipisahkan. Teman-teman ku beranggapan, kami berdua telah menjalin hubungan special (pacaran). Tapi sebenarnya kami tidak ada hubungan apa-apa melainkan hanya sahabat dekat. Aku tak pernah terfikir tuk menyukainya, apalagi pacaran dengannya. Aku tak ingin pacaran. Aku takut pacaran, karena pacaran lebih banyak keburukan dari pada kebaikannya.
“hy, Queen. Kenapa mukanya ditekuk gitu ? lagi BM ? cerita dong !”
“ga apa-apa kok Rom, Cuma lagi BM sedikit aja. Ga tau saya juga kenapa saya bisa BM.”
“owh, tapi kamu bener gak apa-apa kan ?”
“g apa-apa kok ...”
“oke deh, ke kelas yu ..” Romy tersenyum sangat manis, kalau kata temen-temen sih senyuman Romy tuh senyuman maut. Hha ..
Aku hanya tersenyum dan menganguk. Kami berjalan menuju kelas. Suasana di sekolah sama saja setiap harinya. Rame dimana-mana, kalau bel masuk belum berbunyi.
Bel pelajaran pertama dimulai. Menurut kami semua, bel ini adalah bel yang membosankan. Jika bel tanda istirahat dan bel pulang, itu adalah bel yang ditunggu-tunggu. Biasalah anak-anak pemalas. Hha.
Bel yang kami tunggu-tunggu akhirnya berbunyi. Bel pulang telah berkumandang.
Aku pulang dijemput mama. Mama sudah biasa menunggu di depan gerbang. Kali ini mama mengajakku pergi ke mall. Aku sih mau-mau aja, kalau dibelikan mah. Hha, dasar anak matre. Hhe ..
“Queen, mau ga kalau kita ke mall dulu ? nanti kita makan siang disana.”
“boleh, asalkan aku dibeliin baju ya mah. Hhe “
“oke deh, mau beli baju berapa sih, mama beliin deh”
@@@@
Pagi ini aku seperti biasa pergi ke sekolah. Masih seperti perasaan yang kemarin, hatiku masih was-was, hatiku takut. Aku tak bisa berfikir dengan jernih karena hal ini.
Aku sampai ke kelas hamper terlambat 5 menit. Untung saja aku lari dari koridor. Kali ini Romy tak duduk denganku, dia memilih untuk duduk bersama Natasya, teman SDnya dulu. Aku biasa aja, bangku sebelahku kosong. Saat istirahat pun Romy tak bersamaku, dia pergi bersama Natasya. Aku mulai merasa Romy telah melupakanku. Untungnya Sherly menemaniku. Aku merasa Sherly telah sama seperti Romy, dia telah mengetahui banyak tentangku. Hari ini Romy tak mengajakku berbijara sedikit pun kepadaku, aku seperti angin yang berhembus begitu saja.
Saat pelajaran Fisika, kami mendapat tugas mengamati alam sekitar. Kami semua pergi ke lapangan volley. Setelah selesai, kami kembali ke kelas. Salah satu temanku datang menghampiriku, dia berkata kepadaku
“Queen, kamu masih bertemankan sama Romy ?”
“emang kenapa ?”
“tadi aku dengar Romy ngomong ke Natasya, katanya Natasya itu adalah sahabat terdekatnya. Setau aku kan kamu sahabta terdekatnya Romy.”
“masa ? oh. Yaudah biarin aja. Mungkin Romy memang tak senang jika berteman dengan ku.”
Mendenar itu rasanya aku ingin menangis dan berteriak sekenang-kencangnya. Aku diam, aku hanya diam, aku tak berbicara satu kata pun. Wajahku pucat, aku pusing. Aku tak tau harus bagaimana. Saat aku tersadar tenyata aku ada di ruang UKS.
“aku kok ada disini Sher ?”
“iya, tadi kamu pingsan.”
“trus yang gotong aku kesini siapa ? Romy kan ?”
“bukan, tapi temen cwe yang lain, tadi Romy sedang asyik ngobrol sama Natasya.”
“apa ? NATASYA.”
“iya, memang kenapa ?”
Aku bercerita semuanya kepada Sherly, dia mendengarkan curhatku dan dia tak menyangka Romy seperti itu. Romy kejam sekali. Ia tak punya hati. Seenaknya dia meperlakukanku seperti sampah yang mudah saja untuk dibuang.
@@@@
Suatu saat, ada yang mengganjal dalam hatiku, aku tak tahu mengapa ini terjadi ? ternyata aku menyukai Romy. Aku cemburu bila melihat Romy bersama Natasya. Aku benci mendengar kata NATASYA. Aku tak suka. Aku sekarang menyukainya, dan sekarang aku bukan sahabatnya lagi. Aku hanya sampah yang sekarang iya buang ke tempat yang paling buruk. Aku benci akan hal ini, aku tak menyangka Romy akan berbuat sekejam ini terhadapku.
@@@@
Satu minggu lagi di sekolah diadakan pensi, aku harus mempersiapkan semuanya. Sepulang sekolah nanti aku memutuskan untuk pergi ke mall bersama Sherly, aku akan membeli baju untuk pensi nanti. Saat pensi nanti aku akan menyanyikan sebuah lagu, dengan menggunakan gitar. Aku harus berlatih dan berlatih. Aku ingin menjadi yang terbaik saat pensi nanti. Aku ingin menunjukan bahwa aku bisa. Aku pasti bisa.
@@@@
Hari ini pensi dimulai. Peserta pertama sudah dipanggil. Aku mendapat nomor urut 3. Kini giliranku. Aku naik ke atas panggung.
Aku mulai bernyanyi ..
Jangan berakhir,, aku tak ingin berakhir ..
Satu jam saja, ku ingin diam berdua ..
Mengenang yang pernah ada ..
Jangan berakhir,, karena esok takkan lagi ..
Satu jam saja,, hingga ku rasa bahagia ..
Mengakhiri segalanya ..
Tapi kini tak mungkin lagi ..
Katamu semua sudah tak berarti ..
Satu jam saja, itupun tak mungkin ..
Tak mungkin lagi .. woo wouoo ..
Jangan berakhir,, kuingin sebentar lagi ..
Satu jam saja,, ijinkan aku merasa ..
Rasa itu pernah ada ..
“terima kasih semuanya”
Semuanya pertepuk tangan untukku. Aku menetaskan air mata saat aku menyanyi tadi. Lagu itu aku persembahkanuntuk mantan sahabatku, Romy. Saat itu Romy pun menangis. Aku ingin Romy tau, betapa sakitnya aku saat dia tak menganggapku sebagai sahabatnya, hatiku seperti hacur, remuk, dan sudah tak ada semangat lagi.
Romy menghampiri ku dan berkata ..
“ Queen !!”
The end ..
Selesaii ..
Insyaallah ada sambungannya, klo akunya lagi mood bikin cerita ..
22.10.2010
Pukul 20.10 – 21.18
-‘syifafaisal97’-
Pagi hari ini begitu kelam, hatiku tak enak, rasanya seperti aka nada sesuatu yang tak diinginkan pada hari ini. Aku merasa, lemas, tak ingin melakukan aktifitas apapun. Badanku lesu, otakku tak karuan. Tapi pagi ini aku harus tetap pergi ke sekolah seperti biasa. Untungnya aku pergi diantar mama, kalau aku harus jalan, aku akan semakin malas deh.
Aku jalan menyusuri koridor menuju kelasku. Dengan wajah yang ku tundukkan. Tiba-tiba aku menabrak seseorang, aku tak tau siapa itu. Saat aku menatapnya, dia adalah Romy. Dia sahabatku, kami berteman semenjak masuk SMP ini. Dia baik, perhatian, pintar pula. Aku senang bersahabat dengannya. Tapi bukan untuk membuatnya menjadi contekkanku saat ulangan, aku selalu bisa jika ulangan, dan hasilku memuaskan, walaupun lebih kecil dari nilai Romy. Kami selalu bersama, kami seperti kakak adik. Kami sangat dekat, kami seperti amplop dan prangko yang susah untuk dipisahkan. Teman-teman ku beranggapan, kami berdua telah menjalin hubungan special (pacaran). Tapi sebenarnya kami tidak ada hubungan apa-apa melainkan hanya sahabat dekat. Aku tak pernah terfikir tuk menyukainya, apalagi pacaran dengannya. Aku tak ingin pacaran. Aku takut pacaran, karena pacaran lebih banyak keburukan dari pada kebaikannya.
“hy, Queen. Kenapa mukanya ditekuk gitu ? lagi BM ? cerita dong !”
“ga apa-apa kok Rom, Cuma lagi BM sedikit aja. Ga tau saya juga kenapa saya bisa BM.”
“owh, tapi kamu bener gak apa-apa kan ?”
“g apa-apa kok ...”
“oke deh, ke kelas yu ..” Romy tersenyum sangat manis, kalau kata temen-temen sih senyuman Romy tuh senyuman maut. Hha ..
Aku hanya tersenyum dan menganguk. Kami berjalan menuju kelas. Suasana di sekolah sama saja setiap harinya. Rame dimana-mana, kalau bel masuk belum berbunyi.
Bel pelajaran pertama dimulai. Menurut kami semua, bel ini adalah bel yang membosankan. Jika bel tanda istirahat dan bel pulang, itu adalah bel yang ditunggu-tunggu. Biasalah anak-anak pemalas. Hha.
Bel yang kami tunggu-tunggu akhirnya berbunyi. Bel pulang telah berkumandang.
Aku pulang dijemput mama. Mama sudah biasa menunggu di depan gerbang. Kali ini mama mengajakku pergi ke mall. Aku sih mau-mau aja, kalau dibelikan mah. Hha, dasar anak matre. Hhe ..
“Queen, mau ga kalau kita ke mall dulu ? nanti kita makan siang disana.”
“boleh, asalkan aku dibeliin baju ya mah. Hhe “
“oke deh, mau beli baju berapa sih, mama beliin deh”
@@@@
Pagi ini aku seperti biasa pergi ke sekolah. Masih seperti perasaan yang kemarin, hatiku masih was-was, hatiku takut. Aku tak bisa berfikir dengan jernih karena hal ini.
Aku sampai ke kelas hamper terlambat 5 menit. Untung saja aku lari dari koridor. Kali ini Romy tak duduk denganku, dia memilih untuk duduk bersama Natasya, teman SDnya dulu. Aku biasa aja, bangku sebelahku kosong. Saat istirahat pun Romy tak bersamaku, dia pergi bersama Natasya. Aku mulai merasa Romy telah melupakanku. Untungnya Sherly menemaniku. Aku merasa Sherly telah sama seperti Romy, dia telah mengetahui banyak tentangku. Hari ini Romy tak mengajakku berbijara sedikit pun kepadaku, aku seperti angin yang berhembus begitu saja.
Saat pelajaran Fisika, kami mendapat tugas mengamati alam sekitar. Kami semua pergi ke lapangan volley. Setelah selesai, kami kembali ke kelas. Salah satu temanku datang menghampiriku, dia berkata kepadaku
“Queen, kamu masih bertemankan sama Romy ?”
“emang kenapa ?”
“tadi aku dengar Romy ngomong ke Natasya, katanya Natasya itu adalah sahabat terdekatnya. Setau aku kan kamu sahabta terdekatnya Romy.”
“masa ? oh. Yaudah biarin aja. Mungkin Romy memang tak senang jika berteman dengan ku.”
Mendenar itu rasanya aku ingin menangis dan berteriak sekenang-kencangnya. Aku diam, aku hanya diam, aku tak berbicara satu kata pun. Wajahku pucat, aku pusing. Aku tak tau harus bagaimana. Saat aku tersadar tenyata aku ada di ruang UKS.
“aku kok ada disini Sher ?”
“iya, tadi kamu pingsan.”
“trus yang gotong aku kesini siapa ? Romy kan ?”
“bukan, tapi temen cwe yang lain, tadi Romy sedang asyik ngobrol sama Natasya.”
“apa ? NATASYA.”
“iya, memang kenapa ?”
Aku bercerita semuanya kepada Sherly, dia mendengarkan curhatku dan dia tak menyangka Romy seperti itu. Romy kejam sekali. Ia tak punya hati. Seenaknya dia meperlakukanku seperti sampah yang mudah saja untuk dibuang.
@@@@
Suatu saat, ada yang mengganjal dalam hatiku, aku tak tahu mengapa ini terjadi ? ternyata aku menyukai Romy. Aku cemburu bila melihat Romy bersama Natasya. Aku benci mendengar kata NATASYA. Aku tak suka. Aku sekarang menyukainya, dan sekarang aku bukan sahabatnya lagi. Aku hanya sampah yang sekarang iya buang ke tempat yang paling buruk. Aku benci akan hal ini, aku tak menyangka Romy akan berbuat sekejam ini terhadapku.
@@@@
Satu minggu lagi di sekolah diadakan pensi, aku harus mempersiapkan semuanya. Sepulang sekolah nanti aku memutuskan untuk pergi ke mall bersama Sherly, aku akan membeli baju untuk pensi nanti. Saat pensi nanti aku akan menyanyikan sebuah lagu, dengan menggunakan gitar. Aku harus berlatih dan berlatih. Aku ingin menjadi yang terbaik saat pensi nanti. Aku ingin menunjukan bahwa aku bisa. Aku pasti bisa.
@@@@
Hari ini pensi dimulai. Peserta pertama sudah dipanggil. Aku mendapat nomor urut 3. Kini giliranku. Aku naik ke atas panggung.
Aku mulai bernyanyi ..
Jangan berakhir,, aku tak ingin berakhir ..
Satu jam saja, ku ingin diam berdua ..
Mengenang yang pernah ada ..
Jangan berakhir,, karena esok takkan lagi ..
Satu jam saja,, hingga ku rasa bahagia ..
Mengakhiri segalanya ..
Tapi kini tak mungkin lagi ..
Katamu semua sudah tak berarti ..
Satu jam saja, itupun tak mungkin ..
Tak mungkin lagi .. woo wouoo ..
Jangan berakhir,, kuingin sebentar lagi ..
Satu jam saja,, ijinkan aku merasa ..
Rasa itu pernah ada ..
“terima kasih semuanya”
Semuanya pertepuk tangan untukku. Aku menetaskan air mata saat aku menyanyi tadi. Lagu itu aku persembahkanuntuk mantan sahabatku, Romy. Saat itu Romy pun menangis. Aku ingin Romy tau, betapa sakitnya aku saat dia tak menganggapku sebagai sahabatnya, hatiku seperti hacur, remuk, dan sudah tak ada semangat lagi.
Romy menghampiri ku dan berkata ..
“ Queen !!”
The end ..
Selesaii ..
Insyaallah ada sambungannya, klo akunya lagi mood bikin cerita ..
22.10.2010
Pukul 20.10 – 21.18
-‘syifafaisal97’-
Selasa, 31 Agustus 2010
Rabu, 07 April 2010
berbuat dosa ?? bertobatlah
Berbuat dosa ?? bertobatlah
Hadits:
”Allah tums with mercy to him who tums to Him repentance..”
“Allah menerima tobat orang yang bertobat (kepada-Nya)”
Allah akan mengampuni siapa saja yang berbuat dosa kemudian bertobat kepada-Nya. Rasulullah pernah bercerita tentang seorang penjahat yang telah membunuh 99 orang. Kemudian, ia benar-benar menyesali perbuatan dosanya itu dan bertobat dengan sungguh-sungguh. Allah pun menerima tobatnya dan mengampuni dosa-dosanya yang menggunung itu.
Tobat tidak sekedar memohon ampunan Allah atas dosa-dosa kita, tapi kita harus benar-benar meninggalkan perbuatan dosa tersebut dan kembali kejalan-Nya, itulah yang disebut dengan tobat nasuha. Bukan tobat yang kita istilahkan tobat sambel, yaitu mengatakan kapok makan sambel karena membuat perut sakit, tapi dalam kenyataannya makan sambel lagi, makan sambel lagi.
Tobat lebih tinggi kedudukannya dari istighfar. Sebab, dalam bertobat seseorang terikat untuk melaksanakan syarat-syarat pertobatan. Jika ia tidak menjalankan persyaratannya itu, maka tobatnya dikhawatirkan tidak akan diterima Allah. Para ulama mengatakan ada tiga syarat agar tobat kita diterima Allah: (1) meninggalkan perbuatan dosa tersebut. (2) benar-benar menyesalinya, dan (3) bertekad tidak akan mengulangiya lagi. Ketiga syarat ini berlaku bagi dosa yg kita lakukan karena melanggar perintah Allah.
Adapun bagi dosa yang berkenan pelanggaran terhadap hak-hak asasi manusia, seperti memfitnah atau menipu seseorang, atau mencuri barang orang lain. Allah akan mengampuni dosa dan menerima tobat kita setelah kita meminta dihalalkan (dimaafkan) oleh orang yang kita sakiti itu dan mengembalikan barang yang pernah kita ambil. Makanya, jagalah ucapan dan perbuatan kita jangan sampai menyakiti atau merugikan orang lain.
Hadits:
”Allah tums with mercy to him who tums to Him repentance..”
“Allah menerima tobat orang yang bertobat (kepada-Nya)”
Allah akan mengampuni siapa saja yang berbuat dosa kemudian bertobat kepada-Nya. Rasulullah pernah bercerita tentang seorang penjahat yang telah membunuh 99 orang. Kemudian, ia benar-benar menyesali perbuatan dosanya itu dan bertobat dengan sungguh-sungguh. Allah pun menerima tobatnya dan mengampuni dosa-dosanya yang menggunung itu.
Tobat tidak sekedar memohon ampunan Allah atas dosa-dosa kita, tapi kita harus benar-benar meninggalkan perbuatan dosa tersebut dan kembali kejalan-Nya, itulah yang disebut dengan tobat nasuha. Bukan tobat yang kita istilahkan tobat sambel, yaitu mengatakan kapok makan sambel karena membuat perut sakit, tapi dalam kenyataannya makan sambel lagi, makan sambel lagi.
Tobat lebih tinggi kedudukannya dari istighfar. Sebab, dalam bertobat seseorang terikat untuk melaksanakan syarat-syarat pertobatan. Jika ia tidak menjalankan persyaratannya itu, maka tobatnya dikhawatirkan tidak akan diterima Allah. Para ulama mengatakan ada tiga syarat agar tobat kita diterima Allah: (1) meninggalkan perbuatan dosa tersebut. (2) benar-benar menyesalinya, dan (3) bertekad tidak akan mengulangiya lagi. Ketiga syarat ini berlaku bagi dosa yg kita lakukan karena melanggar perintah Allah.
Adapun bagi dosa yang berkenan pelanggaran terhadap hak-hak asasi manusia, seperti memfitnah atau menipu seseorang, atau mencuri barang orang lain. Allah akan mengampuni dosa dan menerima tobat kita setelah kita meminta dihalalkan (dimaafkan) oleh orang yang kita sakiti itu dan mengembalikan barang yang pernah kita ambil. Makanya, jagalah ucapan dan perbuatan kita jangan sampai menyakiti atau merugikan orang lain.
Sabtu, 05 Desember 2009
AKU TAK BUTUH HARTA !!!! AKU BUTUH KASIH SAYANG !!!!
Disuatu pagi yang cerah… Matahari bersinar terang… Nanda harus terbangun tanpa kehadiran mam dan papanya. Mama dan papanya ada seorang direktur utama di perusahaan milik mereka. Mereka adalah keluarga yang kaya… Hampir setiap hari mama dan papanya pergi… Nanda sudah biasa dengan hal ini… Nanda merasa sedih… tapi kadang Nanda tak perduli karena ia sudah kesal…
“Bi, mama dan papa udah pulang belum ??”
“Belum Non… tadi malam sih sudah pulang… tapi tadi subuh berangkat lagi”
“Oh…” jawab Nanda enteng…
Nanda pun mandi dan bersiap-siap berangkat sekolah… Nanda sekolah di sekolah yang paling bagus dan TOP di Jakarta…
“Pak Min… siapkan mobilnya”
“Baik.. Non”
“Bi… Nanda berangkat ya!!”
“Ia.. Non… Non gak makan dulu ??”
“Gak ah bi.. di sekolah aja”
Nanda berangkat sekolah bersama Pak Min… sesampainya di sekolah Nanda bertemu dengan teman-temannya. Nanda mempunyai satu sahabat,, namanya Sisil… Sisil adalah teman baik Nanda… Nanda sering curhat sama Sisil…
“Teng..Teng” bel tanda masuk kelas berbunyi… Semua murid masuk ke kelasnya masing-masing. Nanda dan Sisil pun masuk ke kelasnya. Nanda dan Sisil menempati kelas 7 Unggulan… Kelas itu adalah kelas yang ditempati oleh anak-anak pintar… Nanda adalah murid yang selalu juara I di kelas itu… Waktu berlalu begitu cepat… “Teng… Teng” Bel tanda pulang berbunyi… Murid-murid berhamburan keluar dari kelasnya…
“Sil,, kamu mau gak main ke rumah ku ?? Aku gak ada temen nih!! “
“Boleh”
Mereka berangkat ke rumah Nanda bersama Pak Min… Sesampainya di rumah Nanda… Hp Nanda berbunyi…
“Mama telepon aku !!”
“Ya sudah angkat saja dulu”
Nanda mengangkat telepon dari mamanya…
”Hallo ma…”
“Hallo sayang”
“Ada apa ma ??”
“Mama mau bilang sama kamu.. Mama lagi ada di Paris,, maaf tadi mama gak bilang sama kamu,, soalnya kamu tadi tidur pulas banget”
“Ia ma.. gak apa-apa!!”
Nanda tak bisa menahan air matanya… Nanda langsung menutup telepon dari mamanya
“Kenapa langsung dimatikan Nanda ??” Tanya Sisil heran.
“Aku gak bisa nahan air mataku… Aku sebel sama mama dan papaku!! Mama dan papaku sibuk banget… Aku jadi kurang perhatian dan kasih sayang… Aku hanya dititipkan harta… Aku gak butuh harta… Aku butuh kasih sayang dari mama dan papaku… Kalau aku melihat anak yang sedang jalan bersama ibu dan bapaknya… Aku suka iri dan sedih !!
“Sabar ya Nanda… Mama dan papamu pasti sayang sama kamu… Mereka sibuk karena memang itu pekerjaannya… Walaupun mama dan papamu tidak ada di dekatmu… Pasti mereka sayang dan perhatian sama kamu… Kami juga akan slalu sayang sama kamu!!”
“Makasih ya Sil..”
“Sama-sama Nan…”
Waktu berlau begitu cepat…
“Nanda aku pulang dulu ya…”
“Ia… hati-hati ya dijalan”
Hari ini jadwal film kesukaan Nanda…
“Oia… hari ini kan jadwal film kesukaan ku… Nonton ah…”
Nanda pun berlari menuju ruang TV… Nanda menyalakan Tvnya.. Nanda duduk di sofa yang empuk…
“Bi Ijah !!”
“Ada apa Non ??”
“Tolong buatkan aku es jeruk ya bi”
“Baik non”
Dilahapnya kue yang ada di meja dan diminumnya es jeruk yang segar. Nanda menonton dengan serius… Selesai menonton Nanda pergi ke kamarnya… Diambilnya buku diary dan Nanda langsung menulis…
Dear Diary
Hari ini aku sedih banget… Mama dan papaku berangkat lagi… Aku jadi kesepian… Tapi untungnya ada Sisil yang slalu menemaniku… Aku hanya dititipkan harta yang melimpah… Aku gak butuh harta… Aku hanya butuh kasih sayang dari orang tuaku… Itu sudah cukup untukku… Kamu tau… Aku gak butuh harta,,, aku butuh kasih sayang mereka… Aku yakin mereka sayang sama aku… Tapi mereka sibuk… Kasih sayang ku tak besar bila dibandingkan jika mereka berada di rumah bersamaku… Aku iri jika melihat anak yang sedang berjalan bersama ibu dan bapaknya… Hatiku menangis… Aku hanya bisa terdiam, aku hanya bisa melihat mereka bersenag-senang… Sedangkan aku hanya sendiri dengan orang tua yang jauh dariku … Aku sangat sedih… Kapan mama dan papaku tidak sibuk ya ?? Aku ingin bersama mereka… Tertawa bersama… Menangis bersama… Dan semuanya bersama… Aku akan terus berdoa agar mimpiku tercapai… Amin,,,
Setelah menulis diarynya Nanda merasa lelah dan ngantuk… Ia pun berbaring di kasurnya.
“Huah,,,, ngantuk banget mau tidur ah… !!” Kata Nanda sambil menarik selimutnya.
Matahari bersinar terang, burung-burung bernyanyi merdu, Nanda terbangun dari tidurnyaa… Nanda membuka jendela kamarnya…
“Pagi yang cerah…” Sahut Nanda gembira.
Nanda berlari menuju kamar mandi… Selesai mandi Nanda mempersiapkan segalanya yang akan dibawa sekolah… Hari ini Nanda sangat gembira, tak seperti biasanya Nanda segembira ini. Nanda terlihat cantik. Rambutnya yang hitam dan lurus di gerai dan agak sedikit keriting dibawahnya, di tambah bandana putih diatasnya.
“Bi, Nanda berangkat ya !!”Ucap Nanda gembira.
“Ia Non, Non cantik banget !!” Kata Bi Ijah.
“Makasih, Bi !!” Jawab Nanda gembira.
Pipi Nanda memerah…
“Wah… Non Nanda cantik banget… Gak seperti biasa dia segembira itu !!”Ucap Bi Ijah dalam hati.
Nanda berangkat ke sekolah.. Beberapa menit kemudian Nanda sampai di sekolahnya. Nanda turun dari mobilnya. Semua mata tertuju pada Nanda, semua heran melihat Nanda yang sangat cantik. Nanda menghampiri Sisil yang sedang ngobrol bersama temannya.
“Hy Sisil !!” Sahut Nanda tersenyum.
“Hy juga Nanda !!”Jawab Sisil heran.
Sisil menatap Nanda dari ujung kaki hinga ujung rambut.
“Kamu cantik banget hari ini !!”Sahut Sisil.
“Makasih !!”Jawab Nanda… Pipinya memerah.
“Kamu beda banget, Nanda !!”Sahut Sisil.
“Aku biasa aja kok !! Gak usah liatin aku sampe segitunya kali !!”Jawab Nanda.
“Habisnya kamu cantik banget !!”Sahut Sisil.
Sisil memuji Nanda berkali-kali.
“Bisa-bisa Rio suka sama kamu !!”Sahut Sisil.
“Ah, Sisil bisa aja !!”Jawab Nanda.
Rio adalah laki-laki yang Nanda suka sejak Nanda masuk SMP. Rio itu pintar seni musik, olah raga, tinggi dan yang jelas handsome… Saat Nanda berjalan menuju kelasnya, teman-temannya meminta Nanda untuk foto bersama, Nanda menerima dengan senang hati.Saat Nanda berjalan di depan Rio, Rio menatapi Nanda..
“Nan, Rio liatin kamu terus tuh !!”Bisik Sisil.
“Udah biarin aja !!”Jawab Nanda.
“Mungkin ini pertanda baiu=k buat kamu !!”Sahut Sisil.
Nanda hanya tersenyum.
“Hy Nanda… !!”Sapa Rio.
“Hy juga Rio !!”Jawab Nanda.
“Boleh aku minta no. Hpmu ??”Tanya Rio.
“Udah kasih aja… !!”Bisik Sisil.
“Boleh, no.nya 085721061997 !!”Jawab Nanda.
“Makasih !!”Ucap Rio.
“Sama-sama.”Jawab Nanda.
“Teng… teng !!” Bel tanda masuk kelas berbunyi, seperti biasa semuanya masuk ke kelasnya masing-masing. Begitu pun Rio dan Nanda. Mereka berdua satu kelas. Rio terus menatapi Nanda,, Nanda tersipu malu. Nanda tak menyangka Rio anak yang paling terkenal di sekolah bisa menatapnya seperti itu. Waktu berlalu begitu cepat. Waktu pulang pun tiba.
“Teng… teng !!” Bel pulang berbunyi. Anak-anak berhamburan keluar kelas. Saat Nanda sedang mengobrol Sisil, terdengar suara klakson.
“Net… net !!” Klakson mobil Alphard Nanda berbunyi,
“Sisil mau pulang bareng aku gak ??”Tanya Nanda.
“Gak ah Nan, makasih, katanya papaku mau jemput !!”Jawab Sisil.
“Oh… Ya udah deh, kalau gitu aku pulang duluan ya !!”Sahut Nanda.
“Ia… Hati-hati ya !!”Jawab Sisil.
“Ia, bye Sisil… See you next time !!” Sahut Nanda.
Sesampainya di rumah Nanda, Hp Nanda berbunyi, dilihat olehnya Hpnya, ternyata yang menelpon adalah no. yang Nanda tidak kenal.
“Hallo !!”Sahut Nanda.
“Hallo juga !!”Jawab si penelpon itu.
“Maaf ya ini siapa ??”Tanya Nanda.
“Ini Rio… !!” Jawab Rio.
“Ooo,, aku kira siapa !! Ada apa Rio ??”Tanya Nanda.
To be continue… Wait for next story…
“Bi, mama dan papa udah pulang belum ??”
“Belum Non… tadi malam sih sudah pulang… tapi tadi subuh berangkat lagi”
“Oh…” jawab Nanda enteng…
Nanda pun mandi dan bersiap-siap berangkat sekolah… Nanda sekolah di sekolah yang paling bagus dan TOP di Jakarta…
“Pak Min… siapkan mobilnya”
“Baik.. Non”
“Bi… Nanda berangkat ya!!”
“Ia.. Non… Non gak makan dulu ??”
“Gak ah bi.. di sekolah aja”
Nanda berangkat sekolah bersama Pak Min… sesampainya di sekolah Nanda bertemu dengan teman-temannya. Nanda mempunyai satu sahabat,, namanya Sisil… Sisil adalah teman baik Nanda… Nanda sering curhat sama Sisil…
“Teng..Teng” bel tanda masuk kelas berbunyi… Semua murid masuk ke kelasnya masing-masing. Nanda dan Sisil pun masuk ke kelasnya. Nanda dan Sisil menempati kelas 7 Unggulan… Kelas itu adalah kelas yang ditempati oleh anak-anak pintar… Nanda adalah murid yang selalu juara I di kelas itu… Waktu berlalu begitu cepat… “Teng… Teng” Bel tanda pulang berbunyi… Murid-murid berhamburan keluar dari kelasnya…
“Sil,, kamu mau gak main ke rumah ku ?? Aku gak ada temen nih!! “
“Boleh”
Mereka berangkat ke rumah Nanda bersama Pak Min… Sesampainya di rumah Nanda… Hp Nanda berbunyi…
“Mama telepon aku !!”
“Ya sudah angkat saja dulu”
Nanda mengangkat telepon dari mamanya…
”Hallo ma…”
“Hallo sayang”
“Ada apa ma ??”
“Mama mau bilang sama kamu.. Mama lagi ada di Paris,, maaf tadi mama gak bilang sama kamu,, soalnya kamu tadi tidur pulas banget”
“Ia ma.. gak apa-apa!!”
Nanda tak bisa menahan air matanya… Nanda langsung menutup telepon dari mamanya
“Kenapa langsung dimatikan Nanda ??” Tanya Sisil heran.
“Aku gak bisa nahan air mataku… Aku sebel sama mama dan papaku!! Mama dan papaku sibuk banget… Aku jadi kurang perhatian dan kasih sayang… Aku hanya dititipkan harta… Aku gak butuh harta… Aku butuh kasih sayang dari mama dan papaku… Kalau aku melihat anak yang sedang jalan bersama ibu dan bapaknya… Aku suka iri dan sedih !!
“Sabar ya Nanda… Mama dan papamu pasti sayang sama kamu… Mereka sibuk karena memang itu pekerjaannya… Walaupun mama dan papamu tidak ada di dekatmu… Pasti mereka sayang dan perhatian sama kamu… Kami juga akan slalu sayang sama kamu!!”
“Makasih ya Sil..”
“Sama-sama Nan…”
Waktu berlau begitu cepat…
“Nanda aku pulang dulu ya…”
“Ia… hati-hati ya dijalan”
Hari ini jadwal film kesukaan Nanda…
“Oia… hari ini kan jadwal film kesukaan ku… Nonton ah…”
Nanda pun berlari menuju ruang TV… Nanda menyalakan Tvnya.. Nanda duduk di sofa yang empuk…
“Bi Ijah !!”
“Ada apa Non ??”
“Tolong buatkan aku es jeruk ya bi”
“Baik non”
Dilahapnya kue yang ada di meja dan diminumnya es jeruk yang segar. Nanda menonton dengan serius… Selesai menonton Nanda pergi ke kamarnya… Diambilnya buku diary dan Nanda langsung menulis…
Dear Diary
Hari ini aku sedih banget… Mama dan papaku berangkat lagi… Aku jadi kesepian… Tapi untungnya ada Sisil yang slalu menemaniku… Aku hanya dititipkan harta yang melimpah… Aku gak butuh harta… Aku hanya butuh kasih sayang dari orang tuaku… Itu sudah cukup untukku… Kamu tau… Aku gak butuh harta,,, aku butuh kasih sayang mereka… Aku yakin mereka sayang sama aku… Tapi mereka sibuk… Kasih sayang ku tak besar bila dibandingkan jika mereka berada di rumah bersamaku… Aku iri jika melihat anak yang sedang berjalan bersama ibu dan bapaknya… Hatiku menangis… Aku hanya bisa terdiam, aku hanya bisa melihat mereka bersenag-senang… Sedangkan aku hanya sendiri dengan orang tua yang jauh dariku … Aku sangat sedih… Kapan mama dan papaku tidak sibuk ya ?? Aku ingin bersama mereka… Tertawa bersama… Menangis bersama… Dan semuanya bersama… Aku akan terus berdoa agar mimpiku tercapai… Amin,,,
Setelah menulis diarynya Nanda merasa lelah dan ngantuk… Ia pun berbaring di kasurnya.
“Huah,,,, ngantuk banget mau tidur ah… !!” Kata Nanda sambil menarik selimutnya.
Matahari bersinar terang, burung-burung bernyanyi merdu, Nanda terbangun dari tidurnyaa… Nanda membuka jendela kamarnya…
“Pagi yang cerah…” Sahut Nanda gembira.
Nanda berlari menuju kamar mandi… Selesai mandi Nanda mempersiapkan segalanya yang akan dibawa sekolah… Hari ini Nanda sangat gembira, tak seperti biasanya Nanda segembira ini. Nanda terlihat cantik. Rambutnya yang hitam dan lurus di gerai dan agak sedikit keriting dibawahnya, di tambah bandana putih diatasnya.
“Bi, Nanda berangkat ya !!”Ucap Nanda gembira.
“Ia Non, Non cantik banget !!” Kata Bi Ijah.
“Makasih, Bi !!” Jawab Nanda gembira.
Pipi Nanda memerah…
“Wah… Non Nanda cantik banget… Gak seperti biasa dia segembira itu !!”Ucap Bi Ijah dalam hati.
Nanda berangkat ke sekolah.. Beberapa menit kemudian Nanda sampai di sekolahnya. Nanda turun dari mobilnya. Semua mata tertuju pada Nanda, semua heran melihat Nanda yang sangat cantik. Nanda menghampiri Sisil yang sedang ngobrol bersama temannya.
“Hy Sisil !!” Sahut Nanda tersenyum.
“Hy juga Nanda !!”Jawab Sisil heran.
Sisil menatap Nanda dari ujung kaki hinga ujung rambut.
“Kamu cantik banget hari ini !!”Sahut Sisil.
“Makasih !!”Jawab Nanda… Pipinya memerah.
“Kamu beda banget, Nanda !!”Sahut Sisil.
“Aku biasa aja kok !! Gak usah liatin aku sampe segitunya kali !!”Jawab Nanda.
“Habisnya kamu cantik banget !!”Sahut Sisil.
Sisil memuji Nanda berkali-kali.
“Bisa-bisa Rio suka sama kamu !!”Sahut Sisil.
“Ah, Sisil bisa aja !!”Jawab Nanda.
Rio adalah laki-laki yang Nanda suka sejak Nanda masuk SMP. Rio itu pintar seni musik, olah raga, tinggi dan yang jelas handsome… Saat Nanda berjalan menuju kelasnya, teman-temannya meminta Nanda untuk foto bersama, Nanda menerima dengan senang hati.Saat Nanda berjalan di depan Rio, Rio menatapi Nanda..
“Nan, Rio liatin kamu terus tuh !!”Bisik Sisil.
“Udah biarin aja !!”Jawab Nanda.
“Mungkin ini pertanda baiu=k buat kamu !!”Sahut Sisil.
Nanda hanya tersenyum.
“Hy Nanda… !!”Sapa Rio.
“Hy juga Rio !!”Jawab Nanda.
“Boleh aku minta no. Hpmu ??”Tanya Rio.
“Udah kasih aja… !!”Bisik Sisil.
“Boleh, no.nya 085721061997 !!”Jawab Nanda.
“Makasih !!”Ucap Rio.
“Sama-sama.”Jawab Nanda.
“Teng… teng !!” Bel tanda masuk kelas berbunyi, seperti biasa semuanya masuk ke kelasnya masing-masing. Begitu pun Rio dan Nanda. Mereka berdua satu kelas. Rio terus menatapi Nanda,, Nanda tersipu malu. Nanda tak menyangka Rio anak yang paling terkenal di sekolah bisa menatapnya seperti itu. Waktu berlalu begitu cepat. Waktu pulang pun tiba.
“Teng… teng !!” Bel pulang berbunyi. Anak-anak berhamburan keluar kelas. Saat Nanda sedang mengobrol Sisil, terdengar suara klakson.
“Net… net !!” Klakson mobil Alphard Nanda berbunyi,
“Sisil mau pulang bareng aku gak ??”Tanya Nanda.
“Gak ah Nan, makasih, katanya papaku mau jemput !!”Jawab Sisil.
“Oh… Ya udah deh, kalau gitu aku pulang duluan ya !!”Sahut Nanda.
“Ia… Hati-hati ya !!”Jawab Sisil.
“Ia, bye Sisil… See you next time !!” Sahut Nanda.
Sesampainya di rumah Nanda, Hp Nanda berbunyi, dilihat olehnya Hpnya, ternyata yang menelpon adalah no. yang Nanda tidak kenal.
“Hallo !!”Sahut Nanda.
“Hallo juga !!”Jawab si penelpon itu.
“Maaf ya ini siapa ??”Tanya Nanda.
“Ini Rio… !!” Jawab Rio.
“Ooo,, aku kira siapa !! Ada apa Rio ??”Tanya Nanda.
To be continue… Wait for next story…
Langganan:
Postingan (Atom)


