Sabtu, 23 Oktober 2010

.. Aku yang kau lupakan, wahai sahabat ..

..Aku yang kau lupakan, wahai sahabatku..

Pagi hari ini begitu kelam, hatiku tak enak, rasanya seperti aka nada sesuatu yang tak diinginkan pada hari ini. Aku merasa, lemas, tak ingin melakukan aktifitas apapun. Badanku lesu, otakku tak karuan. Tapi pagi ini aku harus tetap pergi ke sekolah seperti biasa. Untungnya aku pergi diantar mama, kalau aku harus jalan, aku akan semakin malas deh.

Aku jalan menyusuri koridor menuju kelasku. Dengan wajah yang ku tundukkan. Tiba-tiba aku menabrak seseorang, aku tak tau siapa itu. Saat aku menatapnya, dia adalah Romy. Dia sahabatku, kami berteman semenjak masuk SMP ini. Dia baik, perhatian, pintar pula. Aku senang bersahabat dengannya. Tapi bukan untuk membuatnya menjadi contekkanku saat ulangan, aku selalu bisa jika ulangan, dan hasilku memuaskan, walaupun lebih kecil dari nilai Romy. Kami selalu bersama, kami seperti kakak adik. Kami sangat dekat, kami seperti amplop dan prangko yang susah untuk dipisahkan. Teman-teman ku beranggapan, kami berdua telah menjalin hubungan special (pacaran). Tapi sebenarnya kami tidak ada hubungan apa-apa melainkan hanya sahabat dekat. Aku tak pernah terfikir tuk menyukainya, apalagi pacaran dengannya. Aku tak ingin pacaran. Aku takut pacaran, karena pacaran lebih banyak keburukan dari pada kebaikannya.
“hy, Queen. Kenapa mukanya ditekuk gitu ? lagi BM ? cerita dong !”
“ga apa-apa kok Rom, Cuma lagi BM sedikit aja. Ga tau saya juga kenapa saya bisa BM.”
“owh, tapi kamu bener gak apa-apa kan ?”
“g apa-apa kok ...”
“oke deh, ke kelas yu ..” Romy tersenyum sangat manis, kalau kata temen-temen sih senyuman Romy tuh senyuman maut. Hha ..
Aku hanya tersenyum dan menganguk. Kami berjalan menuju kelas. Suasana di sekolah sama saja setiap harinya. Rame dimana-mana, kalau bel masuk belum berbunyi.
Bel pelajaran pertama dimulai. Menurut kami semua, bel ini adalah bel yang membosankan. Jika bel tanda istirahat dan bel pulang, itu adalah bel yang ditunggu-tunggu. Biasalah anak-anak pemalas. Hha.
Bel yang kami tunggu-tunggu akhirnya berbunyi. Bel pulang telah berkumandang.
Aku pulang dijemput mama. Mama sudah biasa menunggu di depan gerbang. Kali ini mama mengajakku pergi ke mall. Aku sih mau-mau aja, kalau dibelikan mah. Hha, dasar anak matre. Hhe ..
“Queen, mau ga kalau kita ke mall dulu ? nanti kita makan siang disana.”
“boleh, asalkan aku dibeliin baju ya mah. Hhe “
“oke deh, mau beli baju berapa sih, mama beliin deh”
@@@@

Pagi ini aku seperti biasa pergi ke sekolah. Masih seperti perasaan yang kemarin, hatiku masih was-was, hatiku takut. Aku tak bisa berfikir dengan jernih karena hal ini.
Aku sampai ke kelas hamper terlambat 5 menit. Untung saja aku lari dari koridor. Kali ini Romy tak duduk denganku, dia memilih untuk duduk bersama Natasya, teman SDnya dulu. Aku biasa aja, bangku sebelahku kosong. Saat istirahat pun Romy tak bersamaku, dia pergi bersama Natasya. Aku mulai merasa Romy telah melupakanku. Untungnya Sherly menemaniku. Aku merasa Sherly telah sama seperti Romy, dia telah mengetahui banyak tentangku. Hari ini Romy tak mengajakku berbijara sedikit pun kepadaku, aku seperti angin yang berhembus begitu saja.
Saat pelajaran Fisika, kami mendapat tugas mengamati alam sekitar. Kami semua pergi ke lapangan volley. Setelah selesai, kami kembali ke kelas. Salah satu temanku datang menghampiriku, dia berkata kepadaku
“Queen, kamu masih bertemankan sama Romy ?”
“emang kenapa ?”
“tadi aku dengar Romy ngomong ke Natasya, katanya Natasya itu adalah sahabat terdekatnya. Setau aku kan kamu sahabta terdekatnya Romy.”
“masa ? oh. Yaudah biarin aja. Mungkin Romy memang tak senang jika berteman dengan ku.”
Mendenar itu rasanya aku ingin menangis dan berteriak sekenang-kencangnya. Aku diam, aku hanya diam, aku tak berbicara satu kata pun. Wajahku pucat, aku pusing. Aku tak tau harus bagaimana. Saat aku tersadar tenyata aku ada di ruang UKS.
“aku kok ada disini Sher ?”
“iya, tadi kamu pingsan.”
“trus yang gotong aku kesini siapa ? Romy kan ?”
“bukan, tapi temen cwe yang lain, tadi Romy sedang asyik ngobrol sama Natasya.”
“apa ? NATASYA.”
“iya, memang kenapa ?”
Aku bercerita semuanya kepada Sherly, dia mendengarkan curhatku dan dia tak menyangka Romy seperti itu. Romy kejam sekali. Ia tak punya hati. Seenaknya dia meperlakukanku seperti sampah yang mudah saja untuk dibuang.
@@@@

Suatu saat, ada yang mengganjal dalam hatiku, aku tak tahu mengapa ini terjadi ? ternyata aku menyukai Romy. Aku cemburu bila melihat Romy bersama Natasya. Aku benci mendengar kata NATASYA. Aku tak suka. Aku sekarang menyukainya, dan sekarang aku bukan sahabatnya lagi. Aku hanya sampah yang sekarang iya buang ke tempat yang paling buruk. Aku benci akan hal ini, aku tak menyangka Romy akan berbuat sekejam ini terhadapku.

@@@@

Satu minggu lagi di sekolah diadakan pensi, aku harus mempersiapkan semuanya. Sepulang sekolah nanti aku memutuskan untuk pergi ke mall bersama Sherly, aku akan membeli baju untuk pensi nanti. Saat pensi nanti aku akan menyanyikan sebuah lagu, dengan menggunakan gitar. Aku harus berlatih dan berlatih. Aku ingin menjadi yang terbaik saat pensi nanti. Aku ingin menunjukan bahwa aku bisa. Aku pasti bisa.

@@@@

Hari ini pensi dimulai. Peserta pertama sudah dipanggil. Aku mendapat nomor urut 3. Kini giliranku. Aku naik ke atas panggung.
Aku mulai bernyanyi ..

Jangan berakhir,, aku tak ingin berakhir ..
Satu jam saja, ku ingin diam berdua ..
Mengenang yang pernah ada ..
Jangan berakhir,, karena esok takkan lagi ..
Satu jam saja,, hingga ku rasa bahagia ..
Mengakhiri segalanya ..
Tapi kini tak mungkin lagi ..
Katamu semua sudah tak berarti ..
Satu jam saja, itupun tak mungkin ..
Tak mungkin lagi .. woo wouoo ..
Jangan berakhir,, kuingin sebentar lagi ..
Satu jam saja,, ijinkan aku merasa ..
Rasa itu pernah ada ..

“terima kasih semuanya”
Semuanya pertepuk tangan untukku. Aku menetaskan air mata saat aku menyanyi tadi. Lagu itu aku persembahkanuntuk mantan sahabatku, Romy. Saat itu Romy pun menangis. Aku ingin Romy tau, betapa sakitnya aku saat dia tak menganggapku sebagai sahabatnya, hatiku seperti hacur, remuk, dan sudah tak ada semangat lagi.
Romy menghampiri ku dan berkata ..
“ Queen !!”


The end ..
Selesaii ..
Insyaallah ada sambungannya, klo akunya lagi mood bikin cerita ..


22.10.2010
Pukul 20.10 – 21.18

-‘syifafaisal97’-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar