Sabtu, 23 Oktober 2010

.. One day before the incident happend ..

One day before the incident happened ..

Sejak dulu memang kita tak pernah bicara serius, ngobrol denganmu jg ku jarang. Tapi one day before the incident happened kau mengajaku bicara yang bisa dibilang lumayan serius. Awalnya aku biasa saja aku berfikir ‘kau mulai berubah, karena kau mulai mengajaku bicara serius’ aku senang akan hal ini. Mungkin sangat senang, Karena aku MENCINTAIMU. Aku pernah bercerita kepada sahabat-sahabat terdekatku, tentang apa yang aku rasakan padamu. Meraka bertanggapan baik, karena mereka setuju jikalau aku menyukaimu, karena diantara kau dan aku sudah banyak persamaan. Tapi aku menyukainya karena hal yang menurutku aneh. Aku suka karena aku pernah berbicara bahwa aku tak akan pernah menyukainya. Tak lama dari itu, aku mulai menyukainya, tapi aku tak pernah memberitahu kepada siapapun tentang hal ini, sampai akhirnya waktu menyuruhku untuk mengungkapkan isi hatiku kepada sahabat-sabahatku.
Kau memang tak pintar, tak tampan. Tapi aku menyukaimu karena hatiku sudah berbicara bahwa aku suka padamu. Aku pernah ragu akan rasa ini. Kau sudah beberapa kali membuat ku sakit hati. Tapi entah kenapa rasa ini tak pernah hilang dariku. Sebelum kau seperti ini, kau telah membuatku banyak tertawa dan tersenyum, kau sering kali membuatku bahagia karena ulahmu. Aku pernah berfikir bahwa cintaku ini tak bertepuk sebelah tangan. Kau tau ? aku sering memikirkan mu. Aku tau kau sering memperhatikanku disaat aku terluka. Temanku melihat, kau sering kepergok lagi memperhatikanku. Hati ku tersenyum saat aku mendengar teman ku berkata begitu. Hatiku seperti melayang bagaikan kapas yang sedang melayang di atas langit. Terbang kemana pun yang aku mau. Kau juga sering bertanya kepadaku tentang pelajaran. Aku senang sekali, aku bagaikan pahlawan super yang menolongmu.
Tapi semua harapan, tawa, serta senangku, telah terhapus begitu saja, semua kandas, semua hilang, hilang secepat waktu yang tak pernah kuduga. Aku fikir ini akan berlanjut bahagia, tapi ternyata ini semua berakhir luka. Hatiku hancur berkeping keping, kau tak merasakan hal itu, kau bisa bersenang di atas penderitaanku ini. Kali ini kau benar-benar menjauh dariku, aku pun begitu, semakin jauh dan semakin jauh. Kali ini kau tak pernah lagi bertanya pada ku . Kau seperti menganggapku tak ada, aku seperti angin lalu yang ada di hidupmu. Rasanya aku tak sanggup lagi. Aku ingin semua kembali seperti semula. Aku tak pernah menunjukan rasa sakitku ini kepada teman-temanku, aku selalu berkata “buat apa tangisin dia, ga penting”. Tapi sesungguhnya hatiku benar benar sakit. Aku selalu berpaling darimu. Aku selalu membanggakan adik kelas ku yang memang pantas dibanggakan. Aku tak ingin teman-temanku mengetahui hal ini. Aku tak ingin mereka menjadi sedih. Tapi sungguh aku tak sanggup lagi dan aku tak kuat. Aku ingin hilang dari kehidupanmu, dan aku ingin kau pergi dari hidupku. Aku tak tau apa jadinya nanti. Aku sungguh sakit, sakit sekali. Kau bisa tertawa, tapi aku tidak. Aku membencimu, tapi aku cinta.
Satu hari sebelum peristiwa itu terjadi kau membuatku bahagia. Tapi keesokan harinya kau membuat ku hancur, sakit. Sungguh aku tak mengerti apa maumu. Aku ingin kau tau aku sakit, sebelumnya selalu saja ada halangan agar aku tak bisa melihatmu. Saat aku bisa, mengapa sangat cepat sekali. Aku ingin berlama-lama bisa melihatmu. Sudah banyak tetesan air mata ini untukmu. Jika aku melihatmu, rasanya dunia ini akan hancur sebentar lagi.
Aku harap kau cepat kembali ..
Kau telah menjadi miliknya. Memang aku tak pernah berharap memilikimu. Tapi hati ini sangat hancur. Kau mengacuhkanku kali ini. Aku yakin dihatimu masih ada rasa untukku. Tapi itu semua percuma, kau sudah menjadi miliknya. Aku tak bisa berbicara apa-apa. Ini semua kehendakmu.
Aku hanya ingin kau tau, AKU MENYUKAIMU, dan KAU SAKITI HATI INI.






The end ..

Syifa Sukmahayati Faisal
Ordinary People ..

.. Aku yang kau lupakan, wahai sahabat ..

..Aku yang kau lupakan, wahai sahabatku..

Pagi hari ini begitu kelam, hatiku tak enak, rasanya seperti aka nada sesuatu yang tak diinginkan pada hari ini. Aku merasa, lemas, tak ingin melakukan aktifitas apapun. Badanku lesu, otakku tak karuan. Tapi pagi ini aku harus tetap pergi ke sekolah seperti biasa. Untungnya aku pergi diantar mama, kalau aku harus jalan, aku akan semakin malas deh.

Aku jalan menyusuri koridor menuju kelasku. Dengan wajah yang ku tundukkan. Tiba-tiba aku menabrak seseorang, aku tak tau siapa itu. Saat aku menatapnya, dia adalah Romy. Dia sahabatku, kami berteman semenjak masuk SMP ini. Dia baik, perhatian, pintar pula. Aku senang bersahabat dengannya. Tapi bukan untuk membuatnya menjadi contekkanku saat ulangan, aku selalu bisa jika ulangan, dan hasilku memuaskan, walaupun lebih kecil dari nilai Romy. Kami selalu bersama, kami seperti kakak adik. Kami sangat dekat, kami seperti amplop dan prangko yang susah untuk dipisahkan. Teman-teman ku beranggapan, kami berdua telah menjalin hubungan special (pacaran). Tapi sebenarnya kami tidak ada hubungan apa-apa melainkan hanya sahabat dekat. Aku tak pernah terfikir tuk menyukainya, apalagi pacaran dengannya. Aku tak ingin pacaran. Aku takut pacaran, karena pacaran lebih banyak keburukan dari pada kebaikannya.
“hy, Queen. Kenapa mukanya ditekuk gitu ? lagi BM ? cerita dong !”
“ga apa-apa kok Rom, Cuma lagi BM sedikit aja. Ga tau saya juga kenapa saya bisa BM.”
“owh, tapi kamu bener gak apa-apa kan ?”
“g apa-apa kok ...”
“oke deh, ke kelas yu ..” Romy tersenyum sangat manis, kalau kata temen-temen sih senyuman Romy tuh senyuman maut. Hha ..
Aku hanya tersenyum dan menganguk. Kami berjalan menuju kelas. Suasana di sekolah sama saja setiap harinya. Rame dimana-mana, kalau bel masuk belum berbunyi.
Bel pelajaran pertama dimulai. Menurut kami semua, bel ini adalah bel yang membosankan. Jika bel tanda istirahat dan bel pulang, itu adalah bel yang ditunggu-tunggu. Biasalah anak-anak pemalas. Hha.
Bel yang kami tunggu-tunggu akhirnya berbunyi. Bel pulang telah berkumandang.
Aku pulang dijemput mama. Mama sudah biasa menunggu di depan gerbang. Kali ini mama mengajakku pergi ke mall. Aku sih mau-mau aja, kalau dibelikan mah. Hha, dasar anak matre. Hhe ..
“Queen, mau ga kalau kita ke mall dulu ? nanti kita makan siang disana.”
“boleh, asalkan aku dibeliin baju ya mah. Hhe “
“oke deh, mau beli baju berapa sih, mama beliin deh”
@@@@

Pagi ini aku seperti biasa pergi ke sekolah. Masih seperti perasaan yang kemarin, hatiku masih was-was, hatiku takut. Aku tak bisa berfikir dengan jernih karena hal ini.
Aku sampai ke kelas hamper terlambat 5 menit. Untung saja aku lari dari koridor. Kali ini Romy tak duduk denganku, dia memilih untuk duduk bersama Natasya, teman SDnya dulu. Aku biasa aja, bangku sebelahku kosong. Saat istirahat pun Romy tak bersamaku, dia pergi bersama Natasya. Aku mulai merasa Romy telah melupakanku. Untungnya Sherly menemaniku. Aku merasa Sherly telah sama seperti Romy, dia telah mengetahui banyak tentangku. Hari ini Romy tak mengajakku berbijara sedikit pun kepadaku, aku seperti angin yang berhembus begitu saja.
Saat pelajaran Fisika, kami mendapat tugas mengamati alam sekitar. Kami semua pergi ke lapangan volley. Setelah selesai, kami kembali ke kelas. Salah satu temanku datang menghampiriku, dia berkata kepadaku
“Queen, kamu masih bertemankan sama Romy ?”
“emang kenapa ?”
“tadi aku dengar Romy ngomong ke Natasya, katanya Natasya itu adalah sahabat terdekatnya. Setau aku kan kamu sahabta terdekatnya Romy.”
“masa ? oh. Yaudah biarin aja. Mungkin Romy memang tak senang jika berteman dengan ku.”
Mendenar itu rasanya aku ingin menangis dan berteriak sekenang-kencangnya. Aku diam, aku hanya diam, aku tak berbicara satu kata pun. Wajahku pucat, aku pusing. Aku tak tau harus bagaimana. Saat aku tersadar tenyata aku ada di ruang UKS.
“aku kok ada disini Sher ?”
“iya, tadi kamu pingsan.”
“trus yang gotong aku kesini siapa ? Romy kan ?”
“bukan, tapi temen cwe yang lain, tadi Romy sedang asyik ngobrol sama Natasya.”
“apa ? NATASYA.”
“iya, memang kenapa ?”
Aku bercerita semuanya kepada Sherly, dia mendengarkan curhatku dan dia tak menyangka Romy seperti itu. Romy kejam sekali. Ia tak punya hati. Seenaknya dia meperlakukanku seperti sampah yang mudah saja untuk dibuang.
@@@@

Suatu saat, ada yang mengganjal dalam hatiku, aku tak tahu mengapa ini terjadi ? ternyata aku menyukai Romy. Aku cemburu bila melihat Romy bersama Natasya. Aku benci mendengar kata NATASYA. Aku tak suka. Aku sekarang menyukainya, dan sekarang aku bukan sahabatnya lagi. Aku hanya sampah yang sekarang iya buang ke tempat yang paling buruk. Aku benci akan hal ini, aku tak menyangka Romy akan berbuat sekejam ini terhadapku.

@@@@

Satu minggu lagi di sekolah diadakan pensi, aku harus mempersiapkan semuanya. Sepulang sekolah nanti aku memutuskan untuk pergi ke mall bersama Sherly, aku akan membeli baju untuk pensi nanti. Saat pensi nanti aku akan menyanyikan sebuah lagu, dengan menggunakan gitar. Aku harus berlatih dan berlatih. Aku ingin menjadi yang terbaik saat pensi nanti. Aku ingin menunjukan bahwa aku bisa. Aku pasti bisa.

@@@@

Hari ini pensi dimulai. Peserta pertama sudah dipanggil. Aku mendapat nomor urut 3. Kini giliranku. Aku naik ke atas panggung.
Aku mulai bernyanyi ..

Jangan berakhir,, aku tak ingin berakhir ..
Satu jam saja, ku ingin diam berdua ..
Mengenang yang pernah ada ..
Jangan berakhir,, karena esok takkan lagi ..
Satu jam saja,, hingga ku rasa bahagia ..
Mengakhiri segalanya ..
Tapi kini tak mungkin lagi ..
Katamu semua sudah tak berarti ..
Satu jam saja, itupun tak mungkin ..
Tak mungkin lagi .. woo wouoo ..
Jangan berakhir,, kuingin sebentar lagi ..
Satu jam saja,, ijinkan aku merasa ..
Rasa itu pernah ada ..

“terima kasih semuanya”
Semuanya pertepuk tangan untukku. Aku menetaskan air mata saat aku menyanyi tadi. Lagu itu aku persembahkanuntuk mantan sahabatku, Romy. Saat itu Romy pun menangis. Aku ingin Romy tau, betapa sakitnya aku saat dia tak menganggapku sebagai sahabatnya, hatiku seperti hacur, remuk, dan sudah tak ada semangat lagi.
Romy menghampiri ku dan berkata ..
“ Queen !!”


The end ..
Selesaii ..
Insyaallah ada sambungannya, klo akunya lagi mood bikin cerita ..


22.10.2010
Pukul 20.10 – 21.18

-‘syifafaisal97’-

Rabu, 07 April 2010

berbuat dosa ?? bertobatlah

Berbuat dosa ?? bertobatlah
Hadits:
”Allah tums with mercy to him who tums to Him repentance..”
“Allah menerima tobat orang yang bertobat (kepada-Nya)”

Allah akan mengampuni siapa saja yang berbuat dosa kemudian bertobat kepada-Nya. Rasulullah pernah bercerita tentang seorang penjahat yang telah membunuh 99 orang. Kemudian, ia benar-benar menyesali perbuatan dosanya itu dan bertobat dengan sungguh-sungguh. Allah pun menerima tobatnya dan mengampuni dosa-dosanya yang menggunung itu.
Tobat tidak sekedar memohon ampunan Allah atas dosa-dosa kita, tapi kita harus benar-benar meninggalkan perbuatan dosa tersebut dan kembali kejalan-Nya, itulah yang disebut dengan tobat nasuha. Bukan tobat yang kita istilahkan tobat sambel, yaitu mengatakan kapok makan sambel karena membuat perut sakit, tapi dalam kenyataannya makan sambel lagi, makan sambel lagi.
Tobat lebih tinggi kedudukannya dari istighfar. Sebab, dalam bertobat seseorang terikat untuk melaksanakan syarat-syarat pertobatan. Jika ia tidak menjalankan persyaratannya itu, maka tobatnya dikhawatirkan tidak akan diterima Allah. Para ulama mengatakan ada tiga syarat agar tobat kita diterima Allah: (1) meninggalkan perbuatan dosa tersebut. (2) benar-benar menyesalinya, dan (3) bertekad tidak akan mengulangiya lagi. Ketiga syarat ini berlaku bagi dosa yg kita lakukan karena melanggar perintah Allah.
Adapun bagi dosa yang berkenan pelanggaran terhadap hak-hak asasi manusia, seperti memfitnah atau menipu seseorang, atau mencuri barang orang lain. Allah akan mengampuni dosa dan menerima tobat kita setelah kita meminta dihalalkan (dimaafkan) oleh orang yang kita sakiti itu dan mengembalikan barang yang pernah kita ambil. Makanya, jagalah ucapan dan perbuatan kita jangan sampai menyakiti atau merugikan orang lain.